Sabtu, 02 April 2011

ILMU TAJWID

Kliping ini saya buat saat saya berada di bangku kelas 8 SMP untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh Bapak Ahmad Hermaen dalam memenuhi ulangan semester ganjil NGAOS.
saya ingin berbagi hasil tugas saya kepada para BLOGGER semua...
KEEP KOMEN YA!!!!!!!!!



A.     PEMBAHASAN ILMU TAJWID
1.      Definisi tajwid
Tajwid menurut bahasa artinya tahsin (memperindah). Dikatakan hadza syaiun jayyidun artinya sesuatu yang indah (baik). Dan dikatakan jawwadtusy syaia artinya saya telah memperindah sesuatu. Tajwid menurut istilah adalah membunyikan setiap huruf dari makhraj-nya dengan memberikan setiap huruf, hak dan mustahak-nya. Dengan demikian pengertian ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengeluarkan huruf dengan tepat semua ketentuan yang berkaitan dengan membaca Al-Qur’an baik dari segi lafadzmaupun maknanya.
Secara garis besar rangkuman yang dibahas oleh ilmu tajwid adalah :
a.      Masalah tempat keluar huruf (makhaarijul huruf)
b.      Masalah pengucapan huruf  (sifathul huruf)
c.       Masalah hubungan antar huruf (ahkamul huruf)
d.      Masalah panjang pendek ucapan (ahkamumaddi wal qashr)
e.      Masalah memenuhi dan menghentikan bacaan ( ahkamulwaqfiwal ibtida’)
f.        Masalah bentuk tulisan (khaththul utsmani)

2.       Hukum ilmu tajwid .
Ilmu tajwid hukumnya fardu kifayah, tetapi mengamalkannya adlah fardu ‘ain, bagi setiap qari muslim laki-laki dan perempuan, sesuai dengan firman Allah swt.


Artinya : “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan).
( Q.S Al Muzammil : 4)


Dan sabda Rasulullah saw :







Artinya : “ Bacalah Al-Qur’an dengan lahn dan bacaan orang-orang Arab. Janganlah kalian menggunakan lahn orang-orang fasik dan durhaka. Karena sesungguhnya kelak akan datang banyak kaum sesudahku yang membaca Al-Qur’an dengan bacaan irama nyanyian, nyanyian para rahib dan suara jerit tangisan. Al-Qur’an tidak sampai melewati tenggorokan mereka (yakni tidak meresap ke dalam hatinya), hati mereka berpaling dari Al-Qur’an, dan hati orang-orang yang kagum dengan mereka kedudukannya sama dengan mereka.
           
3.      Obyek ilmu tajwid, ialah kalimat-kalimat Al-Qur’an, tetapi menurut pendapat lain, termasuk pula hadits.
4.      Keutamaan ilmu tajwid. Ilmu tajwid termasuk ilmu yang paling utama dan mulia karena berkaitan dengan kitab yang paling mulia dan agung, yaitu Al-Qur’an.
5.      Penyusunnya, para imam ahli qiraah.
6.      Faedahnya, meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
7.      Sumbernya, dari kitab-kitab dan sunahnya.
8.      Nama, ilmu tajwid
9.      Kandungannya, kaidah-kaidah dan semua pernasalahannya yang bersifat menyeluruh untuk dijadikan sarana guna mengetahui hukum-hukumnya yang bersifat terperinci.
10.  Tujuannya, menjaga lisan agar jangan melakukan lahn dalam membaca kalamullah.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang :
1.    Tahsinu Alfadzil Qur’an
2.    Makharijul khuruf
3.    Shifatul khuruf
4.    Ma’rifatul Waqfi Wal-ibtida
5.    Khatul Qur’an

B.      DASAR HUKUM MEMPELAJARI ILMU TAJWID


Mempelajari Tajwid sebagai ilmu pengetahuan hukumnya fardu kifayah. Adapun membaca Al-Qur’an dengan tajwid hukumnya adalah fardu ‘ain bagi setiap kaum muslimin. Dasar hokum wajibnya membaca Al-Qur’an dengan Tajwid bersumber dari Al-Qur’an itu sendiri. Sabda Rasulullah dan ijma umat islam.

    1. Dasar Hukum Dari Al-Qur’an.




Artinya : “Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil” (Q.S Muzammil : 4)



    2.Dasar hukum Dari Hadits.

Contohnya : “ Dari Abu Hamzah ia berkata, aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas bahwa aku cepat membaca dan dapat menamatkan Al-Qur’an dalam tiga hari. Ibnu Abbas menjawab, membaca surat Al-Qaqarah dalam semalam dengan memperhatikan isinya dan tartil lebih baik dan lebih aku senangi dari apa yang engkau katakana.”

      3. Dasar Hukum dari Ijma

Sebagai landasan ketiga tentang wajibnya membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah ijma Umat Islam. Bahwa sejak zaman Rasulullah saw hingga saat ini tidak pernah terdapat seorang pun membantah atau sebaliknya membenarkan bacaan tanpa tajwid.

C.      YANG MULA-MULA MENGARANG PELAJARAN ILMU TAJWID
      
Dalam sejarah perkembangan ilmu tajwid, terdapat beberapa nama terkemuka dalam ulama-ulama Tabiit Tabiin yang telah mengarang dan membukukan pelajaran yang penting ini antar lain :

1.      Abu Abid Al-Qasim bin salam
2.      Ahmad bin Jabir Al-Kaufy
3.      Ismail bin Ishaq Al-maliky ( ia adlah sahabat Qalun)
4.      Abu Jafar bin Jarir At-Tabary (yang telah mengarang tafsir Al-Qur’an dalam 30 juznya)
5.      Abu Bakar bin Umar Ad-Dajuny
6.      Abu Bakar Al-Mujahid, dan lain-lain.


D.      MAKHARIJUL HURUF DAN MAWADHI’NYA

1.      Pengertian Makharaj dan Mawadhi’

Makharij huruf ialah tempat keluar huruf ketika membunyikannya. Jumlah Makharij adalah 19 buah yang terbagi menjadi 5 Mawadhi’. Sedangkan pengertian Mawadhi’ nya sendiri adalh tempat letaknya Makhraj-makhraj

2.      Pembagian Mawadhi’ dengan Makharijul Huruf

a.      Maudhi’ Al-Jauf (rongga mulut) adalah tempat keluarnya huruf mad
b.      Maudhi’ Al-Halq adalah huruf yang keluar dari rekungan(tenggorokan). Dalam Maudhi ini terbagi lagi menjadi 3 Makhraj :
1)      Aqsal Halq (pangkal rekungan) adalah tempat keluarnya 2 macam huruf yaitu :
              
2)      Wasathal Halq (pertengahan rekungan) adalah tempat keluarnya 2 macam huruf yaitu :                
3)      Adnal Halq (ujung rekungan) adalah tempat keluarnya 2 macam huruf yaitu :
       
c.       Maudhi’ Al-Lisan adalah tempat makhroj yang terletak di lidah. Dalam Maudhi’ ini terbagi lagi menjadi 10 Makhraj :
1)      Pangkal lidah dengan langit-langit adalah tempat keluanya 1 huruf yaitu :  
2)      Di muka sedikit dari pangkal lidah dengan langit-langit adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu :

3)      Di tengan lidah dengan langit-langit adalah tempat keluarnya 3 huruf yaitu :
          
4)      Tepi pangkal lidah dengan geraham kiri atau kanan memanjang sampai ke depan adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu :      
5)      Kepala lidah adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu :       
6)      Di muka kepala lidah sedikit adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu :      
7)      Di dekat kepala lidah sedikit yaitu tempat keluarnya 1 huruf yaitu :     
8)      Ujung lidah dengan urat gigi yang di atas adalah tempat keluanya 3 huruf yaitu :
        
9)      Ujung lidah dengan papan urat gigi di atas adalah tempat keluarnya 3 huruf yaitu:             
10)  Ujung lidah dengan ujung gigi yang di atas adalah tempat keluarnya 3 huruf yaitu:            

d.      Maudhi’ Asy-Syafatain adalah tempat makhroj yang terletak di dua bibir. Dalam Maudhi’ ini terbagi lagi menjadi 4 Makhraj :
1)      Dua perut bibir sebelah keluar adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu :
2)      Dua perut bibir sebelah kedalam adalah keluarnya 1 huruf yaitu : 
3)      Bibir yang di bawah dengan ujung gigi yang di atas adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu : 
4)      Antara dua bibir adalah tempat keluarnya 1 huruf yaitu : 
e.      Maudhi’ Al-Khaisyum (pangkal hidung) adalah tempat keluarnya segala huruf(bunyi) yang berdengung.

E.      SIFAT-SIFAT HURUF
Menurut pengertian istilah tajwid, sifat adalah suatu keadaan yang terjadi pada huruf saat dibunyikan dalam makhrajnya, seperti suara jahr (keras), Rakhawah (lembut) dan lain sebagainya.
1.      Pembagian Sifat-sifat Huruf

a.      Sifat-sifat lazim(yang tidak boleh tinggal sifat-sifat itu daripada huruf yang bersangkutan) terbagi menjadi 2 yaitu :
1)      Sifat-sifat yang berlawanan ada 11 :
a)      Jahar >< Hams
Jahar adalah membunyikan huruf yang tidak berhembus hurufnya ada 19 yaitu :
1)                                   2)                                 3) 
                               4)                                    5)                                 6)      
                               7)                                   8)                                   9)      
                               10)                                  11)                                12)   
                               13)                                 14)                           15)   
                               16)                                   17)                               18)   
                               19)                               


b)      Hams >< Jahar
Hams adalah membunyikan huruf dengan berhembus hurufnya ada 10 yaitu:
1)                                  2)                                 3)   
                               4)                                    5)                               6)   
                               7)                                8)                               9)   
                               10)                                 

c)      Syiddah > Tawasuth < Rakhawah
Syiddah adalah membunyikan huruf dengan suara tertahan, lebih nyata tertahannya ketika bertanda mati / waqaf hurufnya ada 8 yaitu :
1)                                     2)                                 3) 
                               4)                                    5)                                 6) 
                               7)                                     8)   

d)      Rakhawah >< Syiddah
Rakhawah adalah membunyikan huruf dengan suara datar/ tidak tertahan hurufnya ada 16 yaitu :
1)                                   2)                                3) 
                               4)                                   5)                                 6) 
                               7)                                   8)                             9) 
                               10)                               11)                               12)
                               13)                               14)                                15)
                               16)   

e)      Syiddah > Tawasuth/ Bainiyyah < Rakhawah
Tawasuth adalah membunyikan huruf antara suara tertahan dengan datar hurufnya ada 5 yaitu :
1)                                    2)                                 3) 
                               4)                                    5)   

f)       Isti’la >< Istifal
Isti’la adalah membunyikan huruf dengan mengangkat lidah ke langit-langit yang mengakibatkan bunyi agak besar (berat) hurufnya ada 7 yaitu :
1)                                    2)                             3)   
                               4)                                    5)                                 6)   
                               7)   

g)      Istifal >< Isti’la
Istifal adalah membunyikan huruf dengan tidak mengangkat pangkal lidah ke langit-langit yang menyebabkan bunyi menjadi kecil (ringan) hurufnya ada 22 yaitu :
1)                                  2)                                3)         
                               4)                                   5)                                 6)   
                               7)                                   8)                                9)   
                               10)                                11)                                12) 
                               13)                                  14)                             15) 
                               16)                                  17)                                18) 
19)                                 20)                             21) 
22)                                          

h)      Ithbaq/ Inthibaq >< Infitah
Ithbaq adalah membacakan dengan terkatup pertengahan lidah ke langit-langit atau melengkungkan keliling lidah ke langit-langit yang mengakibatkan bunyinya lebih besar (berat) hurufnya ada 4 yaitu :
1)                                2)                             3)   
                               4)   

i)        Infitah >< Ithbaq
Infitah adalah membunyikan huruf dengan tidak mengatupkan pertengahan lidah ke langit-langit yang mengakibatkan bunyinya tidak besar (tidak berat) hurufnya ada 25 yaitu :
1)                                     2)                                  3)   
                               4)                                   5)                                   6)   
                               7)                                   8)                                   9)   
                               10)                                 11)                              12) 
                               13)                                  14)                               15) 
                               16)                                 17)                               18) 
19)                                  20)                             21) 
22)                                23)                               24) 
25)   

j)        Idzlaq >< Ishmat
Idzlaq adalah membunyikan huruf dengan ringan?lancar hurufnya ada 6 yaitu :
1)                                 2)                                 3)     
                               4)                                   5)                                 6)     

k)      Ishmat >< Idzlaq
Ishmat adalah membunyikan huruf dengan tidak ringan/lancar hurufnya ada 23 yaitu :
1)                                   2)                                  3)     
                               4)                                 5)                                6)     
                               7)                                   8)                                 9)     
                               10)                                   11)                              12)   
                               13)                                  14)                              15)   
                               16)                                  17)                                18)   
19)                                  20)                               21)   
22)                             23)      

2)      Sifat-sifat yang tidak berlawanan ada 8 :
a)      Shafir adalah huruf yang keluar dengan bunyi berdesir yang kuat diantara dua bibir hurufnya ada 3 :                     
b)      Qalqalah adalah membunyikan dengan suara yang berlebih dari makhraj hurufnya atau dengan suara memantul hurufnya ada 5 yaitu:
                                     
c)      Lein
d)      Inhiraf
e)      Takrir
f)       Tafasysyi
g)      Istithalah
h)      Gunnah
F.       AHKAMUL HURUF
                                  
  1. Pengertian Ahkamul Huruf

Satu kata terdiri dari beberapa huruf yang dapat dipahami jika terjadi rangkaian antara satu huruf dengan huruf lainnya sehingga menimbulkan hukum baru tentang cara pengucapan. Kaidah yang mengatur bacaan dalam pertautan huruf inilah yang disebut hukum huruf.




  1. Hukum Nun Mati dan Tanwin

Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan dengan salah satu huruf Hijaiyah, maka akan terjadi 4 macam hukum yaitu : Idzhar, Idghom, Iqlab, dan Ikhfa.
a.      IDZHAR.
Idzhar menurut bahasadi baca terang, jelas. Menurut kaidah ilmu tajwid “mengeluarkan huruf dari makhrajnya tanpa dengung. Idzhar terjadi apabila Nun mati atau Tanwin, bertemu dengan huruf idzhar, disebut dengan huruf halq.
Adapun huruf Idzhar ada 6:
    

Tingkat Hukum Idzhar ada 3:
1)      Idzhar kuat tinggi hurufnya ha-hamzah
2)      Idzahar pertengahan ( idzahar ausat )-h (kecil-ain.
3)      Idzhar rendah ( idzhar adna)-kha-ghain.
b.      IDGHOM
Idghom artinya memasukkan sesuatu kesuatu yang lain. Ta’rif menyebutkan “bercampurnya dua huruf yang sama atau berdekatan atau sejenis sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid, dimana pada waktu ia diucapkan lidah terangkat secara serentak.
Idghom terbagi menjadi dua:
1)      Idghom bigunnah
Yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf idghom bigunnah yaitu :
2)      Idghom bilagunnah
Yaitu apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf idghom bilagunnah, maka bunyi nun mati atau tanwin masuk kepad huruf idghom bila gunnah, hurufnya yaitu:

                 Dari segi hukum bacaan idghom terbagi 3:
1)      Idghom Mutamasilain
Apabila bertemu dua huruf yang sama, huruf yang pertama berbaris sukun dan huruf yang kedua berbaris maka suara huruf yang pertama masuk pada bunyi huruf yang kedua selanjutnya berbunyi seperti dalam satu huruf.
2)      Idghom Mutajanisain
Bertemunya dua huruf yang sejenis, huruf yang pertama sukun dan yang kedua mutaharrik hidup, selanjutnya huruf yang pertama dimasukkan pada huruf yang kedua sehingga menjadi satu.


3)       Idghom Mutaqoribain
Bertemunya dua huruf yang berdekatan , huruf yang pertama sukun, yang kedua mutaharrik, pada huruf yang pertama dimasukkan pada huruf yang kedua, sehingga menjadi satu huruf.

c.       IQLAB
Iqlab ialah membalikkan atau mengganti. Menrut istilah ilmu tajwid membalikkan atau mengganti suara nun mati atau tanwin kedalam bunyi mim tersamar disertai dengan memelihara gunnah atau tanwin itu diikuti oleh huruf  BA (         ).

d.      IKHFA
Ikhfa artinya dibaca samar, menurut istilah membunyikan nun mati atau                    tanwin sebagaimana huruf mati yang tidaj bertasydid dalam kedudukan pertengahan antara idghom dan idzhar, disertai gunnah sekitar dua harakat, apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa.
   
  1. Hukum Nun dan Mim Yang Bertasydid

Nun dan mim yang bertasydid-kan wajib dibaca gunnah, panjangnya dua harakat. Panjang setiap harakat sama dengan menggenggam jari atau membukanya. Masing-masing dari keduanya dinamakan huruf ghunnah atau aghan.
Ghunnah menurut istilah bahasa adalah suara yanh keluar dari hidung, sedangkan menurut istilah ilmu tajwid adalah suara merdu yang dikeluarkan dari nun dan mim. Bacaan ghunnah pada huruf yang bertasydid-kan jauh lebih sempurna daripada ghunnah pada huruf yang di idghom-kan. Ghunnah yang ada pada huruf yang di idghom-kan lebih sempurna daripada huruf yang di ikhfa-kan. Dan huruf yang bertasydid-kan lebih sempurna daripada huruf idzhar yang di sukun-kan. Dan huruf idzhar yang di sukun-kan ghunnah-nya lebih sempurna daripada huruf idzhar yang ber-harakat.

  1. Hukum Lam Mati
Hukum lam mati terdiri dari empat hukum sebagaimana diuraikan dibawah ini
a.      Lam Al terbagi dalam dua macam :
1)      Lam Qomariyah, yaitu lam yang dinyatakan dalam pengucapan dengan        jelas apabila setelah lam tersebut terdapat huruf-huruf qomariyah.
Huruf qomariyah ada 14 :

2)      Lam Syamsiah, yaitu lam yang tidak dinyatakan dalam pengucapan, tetapi dimasukkan dalam huruf yang mengikutimnya apabila setelah lam tersebut diikuti oleh huruf lam syamsiah.
Huruf lam syamsiah ada 14 :

b.       Lam fi’il, yaitu :
Suara lam mati dimasukka kedalam huruf Lam dan Ra, maka membacanya di-idghomkan.



c.       Lam Hal dan Lam Bal, yaitu :
Apabila huruf yang jatuh setelah Lam Hal dan Lam Bal bertemu dengan huruf Ra atau Lam, maka harus dibaca idghom, bunyi Lam dan Ra tersebut. Selain bertemu dengan Lam dan Ra harus dibaca idzhar.

  1. Hukum Mim Mati
Hukum Mim Mati apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, ada 3 cara membacanya :
a.      Idghom Mutamasilain
Yaitu bertemunya dua huruf dengan ghunnah sepanjang dua harakat.

b.      Ikhfa Syafawi
Yaitu apabila sesudah Mim mati terdapat huruf Ba yang berharakat.

c.       Idzhar Syafawi
Yaitu sesudah Mim mati bertemu dengan huruf Hijaiyah selain huruf Bad an Mim.

  1. Tafkhim dan Tarqiq
Tafkhim menurut bahasa, ialah membesarkan/memberatkan, sedangkan menurut istilah Tajwid, ialah suatu ungkapan yang menunjukkan pengertian membesarkan suara bunyi huruf hingga mulut penuh oleh gemanya.
Tarqiq menurut bahasa ialah meringankan. Sedangkan menurt istilah ialah suatu ungkapan yang menunjukkan pengertian suatu perubahan yang terjadi pada suara huruf sehingga mulut tidak dipenuhi gemanya. Perlu diketahui bahwa huruf itu tebagi dua bagian, yaitu huruf isti’la (*mengandung nada tafkhim, tetapi huruf ithbaq mempunyai nada tafkhim yang lebih kuat secara khusus) Dan istifaal (dibaca dengan bacaan tipis tidak boleh dibaca tafkhim, kecuali Lam dsn Ra, dalam keadaan tertentu).

  1. Hukum Huruf Ra’

Hukum bacaan Ra’ dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.      Ra yang dibaca tebal / mufakhamah / tafkhim
1)      Ra fathah (   ر  ). Contohnya :        ﺭﺃﻴﺖ , ﺮﻴﺐ , ﺿﻲ
2)      Ra dammah (    ر ). Contohnya :        ﺃﻣﺭﻭﺍ  ,  ﻛﻓﺭﻭﺍ  ,  ﺤﺭﻢ
3)      Ra sukun (  ر   ). Sedangkan huruf sebelumnya berbaris fathah, ( ___ ) atau dammah ( ___ ). Contohnya :     ﺯﺭﺘﻡ   ,   ﺍﺭﺴﻟﻭﺍ  ,   ﻣﺭﻳﻡ  ,   ﻣﺭﻀﻳﺔ
4)      Ra sukun (  ر   ). Sedangkan huruf sebelumnya berharkat kasrah ( ___ ) yang tidak asli dari asal perkataan Arab. Contohnya :            ﺍﺭﺘﺿﻰ   ,  ﺍﺭﺤﻡ   ,   ﺍﺭﺟﻌﻭﺍ
5)      Ra sukun (    ر ). Dengan huruf sebelumnya berharkat kasrah ( ___ ), tetapi huruf Ra’ diikuti salah satu huruf isti’la. Contohnya :                           ﻣﺭﺻﺎﺩ   ,   ﻓﺭﻗﺔ   ,   ﻗﺭﻄﺎﺲ



b.      Ra yang dibaca tipis / muraqaqah / tarqiq
1)      Ra yang berharkat kasrah (   ر  ). Baik terletak di awal, di tengah, maupun di akhir perkataan pada kata kerja dan kata benda. Contohnya : ﺍﻠﻓﺟﺭ , ﺭﺯﻗﺎ , ﺍﻟﻗﺎﺭﻋﺔ
2)      Ra yang didahului oleh huruf ya sukun (  ي   ). Cotohnya :     ﻣﻐﻴﺭﺍﺕ , ﻗﺩ ﻴﺮ , ﺨﻴﺮ
3)      Ra sukun (     ر) yang huruf sebelumnya berharkat kasrah ( ___ ) asli dan tidak diikuti oleh huruf isti’la. Contohnya :                        ﻓﺑﺳﻳﺭہ , ﻓﺭﻋﻭﻥ , ﺍﻨﺬﺭﻫﻡ
c.       Ra yang dibaca tebal atau tipis
Apabila ada huruf Ra’ sukun yang di dahului huruf berharkat kasrah dan bertemu dengan salah satu huruf isti’a yang berharkat kasrah, ra tersebut boleh dibaca tebal ataupun tipis.
ﻋﺮﺿﻪ  ,  ﺑﺤﺭﺹ
  1. Qalqalah
Menurut bahasa, kata Qalqalah mempunyai arti bergema, berbalik, bergoncang, berpantul gema. Sedangkan menurut istilah, menyembunyikan makhraj huruf yang mati ketika dibaca sehingga keluar suara pantulan yang kuat.
Huruf Qalqalah ada 5 yaitu:                         
                        


Qalqalah terbagi 2, yaitu :

a.      Qalqalah Sugra
Qalqalah sugra yaitu bilamana ada salah satu huruf qalqalah mati atau dimatikan, dan matinya itu karena suatu keharusan berdasarkan kaidah-kaidah dalam bahasa arab, maka membacanya harus nyata, disertai dengan gema, berpantul contoh :
                  

b.      Qalqalah Kubra
Yaitu bilaman baris dari salah satu huruf Qalqalah itu dimatikan atau karena waqaf, baik karena ada tanda waqaf, maupun karena kehabisan nafas atau dengan perkataan lain baris matinya mendayang, maka membacanya harus lebih jelas dan nyata disertai pula dengan pantulan.
Contoh :  


E. AHKAMUL MAD WAL QASHR

1.         Pengertian Mad dan Qashr

Dari segi bahasa, mad mempunyai arti ziyadah atau bertambah / lebih. Menurut istilah, berarti memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad.
Adapun Qashar menurut bahasa berarti menahan, sedangkan menurut istilah yaitu tatapnya huruf mad tanpa adanya tambahan apa-apa.
Dari definisi di atas dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa yang di maksud dengan mad ialah suara yang lebih panjang dari ukuran asli penyebutan huruf mad. Huruf yang dapat memberi status mad ada tiga yaitu:
a.      alif mati, dan huruf sebelumnya berbaris fathah
b.      wau mati, dan huruf sebelumnya berbaris dhammah
c.       ya’ mati, dan huruf sebelumnya berbaris kasrah

2.      Hukum Mad dan Pembagiannya

Mad ada dua macam yaitu :
a.      Mad Ashli atau Mad Thabi’i
Dibaca sekitar dua harakat, hurufnya ada tiga yaitu:
1)      Alif, yang didahului huruf yang berharkat fathah
2)      Wau, sebelumnya ada huruf yang berharkat dhammah
3)      Ya, sebelumnya ada huruf yang berharkat kasrah


b.      Mad Far’i
Mad far’i terdiri dari 13 macam sebagaimana diuraikan di bawah ini:
1)      Mad Muttashil (bersambung)
Maksudnya adalah setiap kata yang mengandung huruf mad dan sesudahnya terdapat huruf hamzah yang terletak dalam satu kalimat/kata. Tempo bacaanya yang terpendek adalah 4 harakat dan terpanjang sampai 6 harakat.
2)      Mad Munfashil (terpisah)
Maksudnya adalah setiap kata yang mengandung huruf mad dan sesudahnya terdapat huruf hamzah yang terletak terpisah dengan kalimat pertama. . Tempo bacaanya yang terpendek adalah 3 harakat dan terpanjang sampai 6 harakat.
3)      Mad Aridh Lis Sukun (baru dating karena berhenti/waqaf)
Maksudnya apabila sesudah huruf mad terdapat huruf mati yang baru dating (dimatikan) karena mau berhenti (waqaf), jika tidak berhenti pada kata tersebut maka tidak terjadi hukum mad aridh.
a)      Qashar, pendek : 2 harakat
b)      Tasawut, sedang : 4 harakat
c)      Thul, panjang : 6 harakat
4)      Mad Badal (ganti)
Maksudnya adalah mad yang terjadi sebagai ganti huruf hamzah mati yang dihilangkan dalam tulisannya atau lebih jelasnya jika ada huruf mad setelah hamzah.
5)      Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal (wajib)
Maksudnya yaitu apabila sesudah huruf mad terdapat huruf mati yang wajib idgham (ber-tasyid) dan terletak dalam satu kata. Mad ini dibaca 6 harakat, baik diwaktu waqaf atau washal. Disebut Mutsaqqal karena adanya tasydid setelah huruf mad.
6)      Mad lazim kilmi mukhaffaf
Maksudnya yaitu apabila sesudah huruf mad terdapat huruf mati yang tidak bertasydid yang terletak dalam satu kata dengan huruf mad. Disebut mukhaffaf karena tidak terjadi idgham dan tasydid.


7)      Mad Farq (membedakan)
Maksudnya membedakan antara dua kata yang tersambung.
a)      Al An’am ayat 143-144
b)      Yunus ayat 59
c)      Yunus ayat 51-59
8)      Mad Lazim harfi Mutsaqqal
Didalam Al-quan ada surat-surat yang dibuka dengan huruf potong, yang disebut dengan istilah FAWAATIHUS SUWAR.
mad lazim harfi Mutsaqqal adalah jika dalam mengucapkan FAWAATIHUS SUWAR terdapat huruf mad dan setelahnya berupa huruf yang bertasydid.
9)      Mad Lazim harfi mukhaffaf
Hukum mad ini sama dengan harfi mutsaqqal, perbedaannya adalah apabila akhir hurufnya tidak dilakukan idgham tapi dibaca idzhar. Huruf-huruf perubahan yang terdiri dari ﺡ ﻱ ﻄ ﻫ ﺮ , dibaca dengan 2 harakat.
10)  Mad Shilah
Maksudnya yaitu mad yang terletak pada ha-dhamir yang menunjukan arti mufrad mudzakkar. Mad shilah dibagi menjadi 2 bagian  :
a)      mad shilah qashiroh, yaitu apabila ha-dramir berada diantara huruf yang berharkat. Panjangnya 2 harakat.
b)      Mad shilah thawilah, yaitu ha tersebut berada diantara 2 huruf yang berharkat, sedangkan huruf setelah ha berupa hamzah qatha. Panjangnya 4-5 harakat.
11)  Mad Iwad
Maksudnya ialah setiap huruf yang berharakat tanwin, yang apabila diwaqafkan, maka tanwin diganti alif, panjangnya 2 harakat.

12)  Mad Layyin
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa huruf wau dan ya apabila keduanya matidan terletak sesudah huruf yang berharkat fathah. Disebut denga huruf layyin atau lunak.pada waktu washal bacaannya diberi mad selama 2 harakat.
13)  mad tamkin
Maksudnya adalah apabila sesudah huruf mad wau terdapat pula huruf wau yang berharkat, atau sesudahnya ya mati terdapat juga huruf yang berhararkat, maka tidak terjadi idgham atau hilangnya huruf mad perlu diberi jarak dengan mad selama 2 harakat. Adapula yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan mad tamkin adalah setiap huruf  ya yang bertasydid dan sesudahnya ada huruf ya yang mati.

3.       WAQAF DAN IBTIDA

a.         Pengertian Waqaf
Waqaf dari segi bahasa mempunyai arti berhenti atau menahan. Sedangkan menurut istilah berarti menghentikan suara dan perkataan sebentar. Menurut Syekh Al Huzali, arti waqaf adalah pemanis bacaan, perhiasan qari, cara penyampaian yang tepat bagi pembaca, bias memahamkan pendengar, kebanggaan orang berilmu, dengan waqaf dapat diketahui makna yang berbeda, ketetapan yang berlainan dan antara dua hukum yang berlawanan.




b.         Pembagian Waqaf
Waqaf terdiri dari empat macam sebagaimana diuraikan berikut ini :
1)      Waqaf Idltirari
Yaitu  waqaf karena terpaksa, yang dilakukan oleh qari, karena kehabisan nafas, batuk, lupa dan sebagainya.

2)      Waqaf Intizhory
Intizhory artinya menunggu, menanti atau menaruh perhatian pada sebuah kata yang perlu untuk menghubungkan dengan kalimat wajah lain, pada bacaan itu ia menghimpun beberapa qiraat karena adanya perbedaan riwayat.
Untuk mengumpulkan bacaan yang berbeda itu, pembaca pertama kali melakukan waqaf di tempat tersebut kemudian mengulang kembali dan mewasalkannya. Tindakan inilah yang disebut dengan waqaf intizhary.

3)      Waqaf Ikhtibaary
Ikhtibaary artinya diuji, percobaan. Yaitu ketika qari diuji untuk menerangkan al-maqthu kata yang terpotong seperti aina-maa dan al-maushul (kata bersambung) seperti ainamaa, qari boleh berhenti hanya karena hajat, keperluan, seperti ditanya oleh penguji atau sedang mengajar.

4)      Waqaf Ikhtiary
Ikhtiary artinya berhenti yang dipilih. Inilah waqaf yang sengaja dituju dipilih, bukan karena sebab-sebab yang lain seperi pada waqaf a sampai c ;
Waqaf Ikhtiary ini terbagi 3 macam pula yang diuraikan di bawah ini.:
a)      Waqaf Tam
Menurut bahasa waqaf Tam mempunyai arti “sempurna”. Sedangkan arti menurut istilah adalah berwaqaf pada satu kata di mana kata tersebut, begitu juga tidak ada hubungan dengan kata yang sebelumnya dari lafazh maupun makna.
Bacaan Waqaf Tam ini berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya, tiada berkaitan dengan kalimat sesudahnya, baik lafal maupun maknanya. Pada umumnya terdapat di akhir ayat dan ketika habis kisah.
b)      Waqaf Kaafi
Menurut arti istilah waqaf kaafi adalah berwaqaf pada kata dimana kata yang berikutnya tidak mempunyai hubungan dengan kata tersebut begitu juga dengan kata yang sebelumnya dari segi lafal, tapi memiliki hubungan dari segi makna.
Waqaf Kaafi ini berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya tetapi masih berkaitan makna dengan kalimat sesudahnya, bukan dari segi susunan redaksinya.
c)      Waqaf Hasan
Menurut bahasa Hasan artinya baik, sedangkan menurut istilah adalah berwaqaf pada satu kata yang masih berhubungan lafalnya dengan yang sebelumnya, dengan syarat kalimat tersebut memiliki pengertian yang baik.
Atau berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya, tetapi masih nerkaitan makna dan lafazhnya dengan kalimat sesudahnya seperti pada alhamdulillah kemudian Ibtida pada robbil-‘alamin.
Kalimat Alhamdulillah meskipun kalimatnya sempurna tetapi masih berkaitan dengan robbil-‘alamin yang menjadi sifatnya.

c.         Pengertian Ibtida’
Ibtida adalah memulai bacaan atau setelah berhenti di tengah bacaan. Ibtida berarti memulai bacaan yang dilakukan hanya pada perkataan yang tidak termasuk arti dan susunan kalimat.
Menurut As Suyuti, hukum Ibtida hanya terdapat satu bentuk saja, yaitu Ikhtiary. Hal itu karena dalam Ibtida tidak mungkin terjadi hukum darurat seperti waqaf.

d.         Pembagian Ibtida

Ibtida’ terdiri dari empat macam sebagaimana diuraikan di bawah ini :

1)        Ibtida’ TAM
Yaitu memulai bacaan yang tidak ada hubungan dengan kalimat sebelumnya dari segi Lafazh maupun makna.

2)        Ibtida’ Kaafi
Yaitu memulai bacaan dari satu kalimat yang mempunyai hubungan arti dengan lafazh sebelumnya.


3)        Ibtida’ Hasan
Yaitu memulai bacaan karena masih ada hubungan dari segi lafal dengan yang sebelumnya.

4)        Ibtida’ Qabih
Yaitu memulai bacaan karena susunan kalimat menjadi rusak disebabkan sangat eratnya  hubungan terhadap kalimat sebelumnya.

e.         Tanda-Tanda Waqaf

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ketentuan-ketentuan Waqaf. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah MESTI-WAQAF, TERLARANG-WAQAF, BOLEH TERUS BOLEH BERHENTI atau TERUS LEBIH BAIK atau BERHENTI LEBIH BAIK dan lain-lain.
Dibawah ini diterangkan TANDA-TANDA WAQAF :
No
Tanda
Nama
Keterangan
1
Lazim
Harus berhenti.
2
Mutlaq
Berhenti lebih utama.
3
ج
Jaiz
Berhenti lebih utama.
4
ﻗﻒ
Sijhat fill amar
Berhenti lebih utama.
5
ﻘﻝ
Alwaqfu aula
Berhenti lebih utama.
6
Murakhis
Dibaca terus lebih utama.
7
Mujawwaz
Dibaca terus lebih utama.
8
Qila wakaf/qabih
Dibaca terus lebih utama.
9
ﺻﻝ
Alwaslu aula
Dibaca terus lebih utama.
10
La waqfa fihi
Dibaca terus lebih baik.
11

Muanaqah
Berhenti pada salah satu tanda lebih baik.
12
ﺳﻛﺘﺔ
Saktah
Berhenti satu alif dengan tidak bernafas.
13
Maqra
Tempat berhenti satu kisah/persoalan.
14
Ruku’
Tempat ruku,.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar